Keterampilan Praktis dalam Presentasi

Dalam presentasi, hal materi dan media adalah hal penting, Namun, ada juga hal penting lain yang harus diperhatikan oleh si pembicara. Pembicara perlu memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan presentasi.

Faktor-faktor tersebut selanjutnya disebut dengan keterampilan praktis dalam presentasi. Keterampilan praktis dalam presentasi terdiri dari faktor-faktor seperti berikut ini :

a. Cara berpakaian
Dalam presentasi formal, cara berpakaian menentukan kredibilitas. Pembicara yang berpakaian baik, rapi, dan bersih akan lebih diterima dibanding pembicara yang dasinya menceng, sepatu pantovel hitam tetapi denga kaos kaki olahraga biru, kurang rapi, kotor, pakaian terlalu sempit atau terlalu longgar. Lebih dari itu cara berpakaian menunjukkan citra diri orang tersebut.

Karena pentingnya cara berpakaian dalam presentasi, maka faktor ini harus mendapat perhatian khusus. Berikut beberapa tips atau petunjuk yang dapat digunakan dalam hal berpakaian :
  1. Pakaian dipilih yang serasi baik warna maupun bentuk/ modelnya. Warna pakaian untuk presentasi formal dipilih warna formal seperti hitam, abu-abu, biru, putih, dan coklat. Sedangkan bentuk atau model pakaian adalah model formal.
  2. Memperhatikan kelengkapan pakaian, seperti kancing baju, resleting, ikat pinggang, sepatu, kaos kaki, dan dasi.
  3. Memeriksa kerapian atau kesempurnaan berpakaian, seperti kerah, baju, kancing baju, resleting, tali sepatu, warna sepatu penggunaan dasi.
  4. Untuk pembicara perempuan, perhatikan penggunaan make up. Make up tidak perlu tebal, namun juga tidak boleh tanpa make up sama sekali, karena mempunyai citra kurang profesional

b. Pandangan mata
Untuk menunjukkan etika dan kewibawaan, pada saat berbicara pembicara harus memandang ke arah audience. Pandangan mata menyapu seluruh ruangan, dimulai dari arah kiri ke kanan atau dari depan ke belakang.

Apabila jumlah audience tidak terlalu banyak pembicara dapat memandang audience satu per satu, namun tidak perlu lama, dan apabila banyak cukup dengan pandangan menyeluruh yang sifatnya umum. Tidak dibenarkan pada saat berbicara dengan pandangan mata melihat ke lantai, ke atap, atau ke catatan terus menerus.

Baca juga : Cara Membuka Presentasi dengan Menarik

c. Ekspresi wajah
Presentasi memang mengandalkan kata-kata dalam penyampaian informasi kepada audience. Namun penyampaian informasi ini akan lebih efektif apabila disertai dengan ekspresi wajah yang sesuai. Ekspresi wajah akan mengikuti isi pembicaraan, seperti gembira, kecewa, sedih, terkejut, dan heran.

d. Sikap tubuh
Pada saat presentasi sikap tubuh dapat berdiri dan dapat pula duduk. Apabila audience jumlahnya sedikit biasanya pembicara dengan sikap duduk, dan apabila jumlah audience banyak, sikap tubuh pembicara berdiri.

e. Suara
Dalam presentasi suara merupakan faktor yang sangat penting, oleh karena itu suara harus mendapat perhatian yang besar. Setiap orang mempunyai suara yang berbeda-beda, misalnya merdu, parau, keras, nyaring, dan lemah. Suara adalah bawaan sejak lahir, namun untuk dapat presentasi dengan baik, pembicara harus berlatih. Latihan di sini mencakup bagaimana mengeluarkan suara dengan jelas, tidak monoton, dengan tekanan, dan bersemangat.

f. Bahasa
Dalam presentasi, pembicara menggunakan bahasa yang baku atau bahasa yang formal. Penggunaan bahasa sehari-hari atau bahasa pergaulan akan menurunkan tingkat formalitas presentasi. Di samping itu dapat menurunkan wibawa pembicara.

Selain itu dalam setiap kalimat dipilih struktur bahasa yang sederhana dan singkat, sehingga mudah dipahami. Sedapat mungkin hindari penggunaan kalimat majemuk, tetapi ubah kalimat majemuk menjadi beberapa kalimat sederhana. Hindari pula penggunaan jargon, karena tidak semua audience memahaminya.

Referensi:
Honiarti, Euis. 2004. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi SMK. Armico : Bandung.
Wursanto, Ignatius. 2006. Kompetensi Sekretaris Profesional. Andi Yogyakarta : Yogyakarta.
Haryani, Sri. 2001. Komunikasi Bisnis. UPP AMP YKPN : Yogyakarta
Honiarti, Euis, dkk. 2009. Melakukan Komunikasi Melalui Telepon SMK. Armico : Bandung